Sabtu, 07 Januari 2017

Lagi-Lagi Pemerintan Blokir Situs, Berjumlah 11 Situs


Bendahara Korespondensi berikut Informatika RI Rudiantara menyimpulkan pertanyaan pemblokiran 11 tempat sama kementeriannya.

Mengikuti doski, pemblokiran itu dilakukan arah asas regulasi nan berperan, enggak akibat tengah hiruk-pikuk pemberintaan pertanyaan lokasi pemberi pirsa info hoax nan mekar kesudahannya ini.

"Andaikan itu (blokir) kagak terselip kaitannya bersama tema masih hiruk-pikuk ataupun tiada. Atas hukum terkoteng-koteng mufrad, legislasi maupun regulasinya suah sedia per rentang waktu," katanya zaman mengunjungi Arboretum Leluhur Brantas, Kecamatan Bumiaji, Metropolis Akik, Jawa Timur, Jumat (6/1/2017).

Rudiantara arkian mempersoalkan munculnya menyebelahi maka anti arah pemblokiran 11 kedudukan itu. Beliau saja membandingkannya tambah tempat-lokasi asing nan telah kian-kian awal diblokir. Berdasarkan doi, pernah sedia 700.000 lebih kedudukan nan menumbuk regulasi nan suah diblokir.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara . (foto: kompas.com)
"Karena andaikan kita ocehan nan suah diblokir itu nyaris 800.000, 700.000 lebih. Kalau misalkan 11 dapat dikatakan dibanding nan 700.000 nan selagi ini telah diblokir, jumlahnya bukan relevan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemblokiran terhadap tempat nan semasa ini dilakukan pernah bertemu memakai regulasi. Menurutnya, konten dari situs-situs tertulis membentur sehingga patut dilakukan pemblokiran.

"Semua bermakna jalur regulasi. Per aku tiada menyilau melirik bungkusnya, tapi kontennya. Bungkusnya segalanya pula selagi kontennya bersemuka sambil regulasi, serta diatur regulasi saja," imbuhnya.

Doi belum meyakinkan kebolehjadian pemblokiran selanjutnya. Ia doang menuturkan, coba terselip situs pakai konten nan mendampak adat, situs tertera hendak diblokir.

"Saya tiada tahu. Kita tiada sanggup mengantisipasi oleh perlakuan terhadap konten itu apabila kontennya suah terpendam," ucapnya. (sumber: kompas.com)

0 komentar:

Posting Komentar